"Like all great travelers, I have seen more than I remember, and remember more than I have seen." – Benjamin Disraeli

Kembali Ke Asal

Kenapa judulnya itu? Yah karena ternyata saya tidak bisa “memelihara” banyaakk blog.. Jadinya saya kembali ke asal saya http://happystevany.blogspot.com/

 

Cheers,

 

Happy

Advertisements

Body Rafting di Greencanyon, Pangandaran

Keinginan ini muncul ketika nonton acara tv di salah satu tv swasta yang memang kebanyakan program nya adalah jalan-jalan. Dari namanya saja sudah bisa diketahui kegiatan seperti apa kira-kira body rafting ini. Yups, sederhananya body rafting adalah rafting tanpa menggunakan boat alias cuma pake badan doang. Gak perlu berlama-lama ngiler sampe keinginan ini berubah menjadi kenyataan.

Si Emak, julukan kami untuk jeng Ana, ngajakin ke Green Canyon. Dia yang ngurusin semua, dan kami terima beres. Dengan biaya Rp. 475,000.- all in. Akhirnya dengan harga yang bersahabat itu terkumpul 42 orang. Disetujuilah tanggal 28-30September untuk melaksanakan misi ini.. *bahasanya*

Perjalanan dimulai dari SPBU Shell didepan Mall Artha Gading. Karena mata yang terlalu mengantuk, saya memilih untuk tidur sepanjang perjalanan. Akhirnya jam 6 pagi kami sampai di Pangandaran. Taruh tas di homestay, ganti baju pengarungan, sarapan bubur yang gak ada enak-enaknya maka kami pun langsung menuju Green Canyon. Ternyata dari Homestay memakan waktu hampir sejam untuk mencapai titik awal pengarungan. Dan saya gak pernah membaca di blog manapun yang menulis bahwa untuk sampai di sungai nya harus melewati jalan menurun yang termasuk curam. Ahh.. Di saat itu ada sedikit kerinduan untuk jalan bareng pasangan, bagaimana tidak. Dengan kondisi seperti itu tentulah akan semakin mudah apabila ada tangan kuat yang memegang kita dan memastikan bahwa kita akan baik-baik aja…dibhas

Mulut Goa

Mulut Goa

Begitu sampai disungai saya langsung tercengan dengan pemandangannya. Indahh sekali, apalagi ternyata ada goa.

Tapi kami tidak diizinkan memasuki goa tersebut, alasannya adalah jika ingin memasuki goa harus menggunakan peralatan khusus. Kami pun dibriefing singkat dan tak lupa foto-foto sebelum memulai. Oh yah.. Uji adrenalin langsung dimulai saat itu juga saat memilih mau masuk sungai dengan cara seperti apa. Mau jalan? Atau loncat?.. Tentu saja saya memilih loncat karena bang Rico didepan saya sudah berhasil dengan selamat. Sayangnya kami diberitahu kalau Pangandaran sudah 3bulan lebih tidak turun hujan. Makanya tidak ada arus disitu, dengn kata lain kami akan banyak berenang. Benar saja selama lebih dari 3 jam pengarungan kami menghabiskan banyak waktu dengan berenang. Tapi paling asik memang saat ketemu jeram. Disini harus berhati-hati dan mengikuti kata guide. Karena kita tidak mau terluka karena terantuk batu bukan?.. Kalau lagi males biarkan arus kecil menghanyutkan diri, kalau malas tinggal menyusun rapi barisan dan biarkan guide menarik kaki orang dibarisan terdepan.

Dalam pengarungan pemandangan indah terus menemani karena tebing tinggi yang mengapit sungai ini dengan kokohnya. Lucunya saya sering kaget karena ada serangga air yang sering loncat diatas tubuh saya. Sampai temen yang lain pun pada heboh..hihi… Kalau seingat saya ada 2 batu gede yang bisa dipakai untuk meloncat selain dari start awal. Loncatan di batu pertama saya bisa dengan sukses langsung nyebur, walau memang agak gemeteran karena penampakan batu didasar terlihat dengan jelas saking beningnya. Gimana kalo kepentok? Gimana kalo patah kaki? ahh.. semua itu langsung sirna begitu loncat. Dan tapi melihat batu loncatan terakhir di titik finish yang ternyata di kenal dengan batu jamur ini buat saya tetiba jiper gak keruan. Dan hanya puas menikmati temen-teman yang pada loncat dari bawah. Dibawah penampakannya:

Kalau kata temen sih jembatan cinta di Pulau Tidung jauh lebih tinggi. Wahh.. Gak kebayang tuh, ada keberanian gak yah kalau saya nanti. Pokoknya body rafting ini SERUUU!!! Mungkin adrenalin nya bakal lebih berasa kalau arusnya lebih deras. Waktu itu kita pakai Body Rafting Guha Bau.

Tips Body Rafting:

1. Pastikan memakai sendal trekking sendiri biar lebih nyaman dan gak takut kehabisan

2. Pakai kaos yang mudah kering, karena biasanya sehabis body raftingan kita gak bakal mau langsung pulang ke homestay/hotel/penginapan kenapa? Karena pantai-pantai yang akan dilewati indah semua. Kalau kami kemarin mampirnya ke Pantai Pangandaran. Seru!!
3. Bawa celana untuk ganti, pengalaman kemaren ada beberapa teman yang celana nya sobak akibat batu atau ranting pohon didasar sungai.

4. Selalu pastikan untuk mengikuti dengan baik arahan dari guide, kita tentu tidak ingin pulang dengan penuh memar atau lecet.

Menjejakkan Kaki di Bromo dan Kota Solo Part 2

Gaya di Depan Pura

Selesai menikmati pemandangan yang luar biasa kami pun menuju pura di kaki gunung sambil tetap eksis foto sana sini. Ingin sekali naik ke arah kawah. Tapi melihat barisan manusia yang mengular panjang mengantri saya pun mengurungkan niat dan diikuti oleh teman yang lain. Sayang memang (dan sangat menyesal sebenarnya), semoga kalau nanti kembali disini saya pasti menyempatkan diri naik ke kawah nya. Perjalanan kembali di lanjutkan menuju air terjun Coban Pelangi. Kembali kekuatan fisik di uji, jalan menurun sih sebenernya saya rasa cukup mudah. Namun ketika perjalanan naik terbayang saya pun kehilangan semangat. Ditambah begitu sampai ke air tejun ternyata tak sebagus dugaan saya. Karena lapar saat perjalanan naik kami pun singgah untuk membeli bakwan, sambil terus diingatkan untuk tidak makan kenyang karena hidangan makan siang sudah menanti di basecamp. Setelah puas dengan bakwan kami pun lanjut pulang dan meneruskan makan siang 😀

Kericuhan ke dua terjadi, orang yang diutus ke stasiun kereta memberi kabar bahwa  tiket Malang-Jakarta untuk minggu malam nanti sudah habis dibeli. Sontak mendengar itu saya langsung emosi, bagaimana mungkin perjalanan kali ini tidak di persiapkan dengan baik? padahal saya sudah lunas membayar biaya trip sebulan sebelum perjalanan di lakukan. Namun dengan menahan emosi saya menyerahkan sepenuhnya M’Ria untuk berbincang dengan mereka. Ditengah perbincangan mereka saya di beri hikmat oleh Tuhan, kenapa gak ke Solo saja dulu kemudian baru dari Solo lanjut ke Jakarta. Kan di Solo saya punya keluarga dekat (kakak dari Papa). Saya pun mengutarakan hal ini ke M’Ria dan ternyata di sambut baik. Saya pun segera menghubungi keluarga di Solo dan bertanya apakah mereka bisa mencarikan tiket untuk saya dan teman-teman pulang ke Jakarta. Ternyata tante saya yang sangat baik ini berjanji untuk mencari kan tiket pulang. Kami pun meminta refund dana tiket ke pihak Lembah Pelangi, untung Mas Ale sebagai penengah cukup menerima alas an dari kami. Kami pun di belikan tiket bus Malang-Solo dan uang untuk membeli tiket KA Solo-Jakarta senilai Rp. 300,000.-
Setelah kesepakatan didapat kami pun langsung berkemas karena orang yang diutus untuk semula membeli tiket KA Malang-Jakarta sudah datang dengan membawa tiket bus Malang-Solo. Gak sampai sejam kami sudah berada di stasiun bus di kota Malang, makan malam di kedai yang ada di stasiun kemudian melanjutkan perjalanan ke Solo. Di perjalanan kali ini banyak sekali hal-hal baru yang saya coba, termasuk naik bus antarkota dengan kecepatan yang gila-gilaan. Saya sampai gak bisa tidur saking ngeri nya melihat sopir membabi buta menyetir bus. Saya merasa dekat sekali dengan Tuhan..hehe.. Continue reading

Weekend Getaway to Pulau Pari (Kep. Seribu)

Continue reading

Menjejakkan Kaki di Bromo dan Kota Solo Part 1

Perjalanan ini sudah saya jalani sejak setahun yang lalu tepatnya tanggal 21 – 24 Juli 2012, namun mengingat pengalaman jalan-jalan saya yang masih minim maka rasanya bukanlah hal yang sukar untuk mengingat perjalanan ini. Perjalanan kali ini saya ikut open trip yang di adakan oleh Lembah Pelangi dengan tempat wisata tujuan yakni Bromo dan P.Sempu, saya sudah mendaftar dari jauh-jauh hari karena paket diangka Rp. 1,6juta (all in) bukan lah angka yang sedikit buat saya. Dan saya pun melunasi pembayaran dengan cara membayar 2x cicilan. Continue reading

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Ya begitulah kata pepatah.. Tapi memang benar sih, makanya gue juga gak setuju sama bunyi lagu “Ku tau kucinta kau, sebelum bertemu”.. #dibahas Gue sebenernya punya beberapa blog, tapi yang beberapa itu gue sudah lupa password nya. Tersisalah 1 blog yang berisi cerita tentang kehidupan gue sehari-hari.

Awal mulanya gue bikin blog baru ini adalah karena gue ingin mengembangkan isi tulisan gue dengan tema traveling. Tapi karena di itu sudah banyak tulisan tentang berbagai renungan jadi gue diprotes sama beberapa orang. Dan trus gue memutuskan untuk bikin tempat sendiri yang berisi kisah jalan-jalan gue. Maka jadilah blog ini, sempet bingung mau dinamain apa. Awalnya sih pengennya me and my backpack, tapi ternyata sudah ada yang punya. Pes cek pake hpy and her backpack belum ada jadi langsung jadi deh. Continue reading